Tell-A-Tale
Kembali
Mode Edit Serial
Episodes yang sudah ada akan diupdate
- Full Stories dan Compact Stories tetap aman
Karakter dan Setting akan direset
- masukkan kembali semua data
Hanya hapus episode jika yakin
- stories yang terkait akan ikut terhapus
Informasi Serial
Judul Serial
Synopsis
<p>Rombongan kecil siswa SMA berangkat dengan minibus menuju pendakian di Gunung Rinjani. Apa yang seharusnya menjadi perjalanan indah berubah menjadi mimpi buruk saat kendaraan mogok di tengah hutan, dan guru serta sopir yang pergi mencari bantuan tidak pernah kembali. Malam itu, dari kegelapan hutan, muncul sekelompok orang asing berwajah cat darah, membawa obor dan senjata primitif. Para siswa diculik, digiring ke sebuah perkampungan misterius, dan dipaksa menjalani permainan bertahan hidup yang penuh teror. Satu demi satu nyawa seolah melayang, meninggalkan hanya sedikit di antara mereka untuk menghadapi kebenaran yang jauh lebih kelam daripada sekadar suku kanibal.</p>
Cover & Banner
Panduan Upload Gambar
Cover:
Untuk tampilan card serial (rasio ideal 3:4, resolusi minimal 600x800px)
Banner:
Untuk header halaman serial (rasio ideal 16:9, resolusi minimal 1200x675px)
Format yang didukung: JPG, PNG, GIF, WebP
Ukuran maksimal: 5MB per file
Cover Image
Hapus Cover
Banner Image
Hapus Banner
Karakter
Tambah Karakter
Karakter #1
Nama
Deskripsi Visual
<p>Rambut hitam panjang terurai, wajah manis populer, sering pakai jaket varsity merah + jeans, sneakers putih.</p>
Personality
<p>Ramah, baik hati, mudah didekati. Tidak suka menyakiti orang, tapi kadang naif.</p>
Backstory
<p>Sejak SD bersahabat dengan Marga, namun popularitas di SMP–SMA membuat mereka menjauh. Jadi incaran banyak cowok, tapi hatinya tidak mudah terbuka.</p>
Karakter #2
Nama
Deskripsi Visual
<p>Rambut lurus sebahu, berkacamata tipis, hoodie hitam + jeans, ransel selalu dibawa.</p>
Personality
<p>Pendiam, observatif, sinis terhadap orang populer. Punya kecerdasan logis.</p>
Backstory
<p>Pernah dekat dengan Anya. Rasa sakit karena merasa ditinggalkan membentuk tembok emosionalnya.</p>
Karakter #3
Nama
Deskripsi Visual
<p>Tubuh atletis, seragam olahraga basket sering dipakai meski bukan di lapangan, sneakers branded.</p>
Personality
<p>Arogan, agresif, suka bercanda kasar, mudah emosi.</p>
Backstory
<p>Bintang basket sekolah. Punya ayah yang keras dan penuh tuntutan → membuatnya jadi pembully di sekolah demi menunjukkan "kuasa".</p>
Karakter #4
Nama
Deskripsi Visual
<p>Rambut cepak, wajah maskulin, jaket bomber hitam, celana cargo.</p>
Personality
<p>Bandel, keras kepala, sering melawan guru, tapi punya sisi tanggung jawab tersembunyi.</p>
Backstory
<p>Ketua kelas "badung." Sering bentrok dengan otoritas. Jadi sosok yang diam-diam protektif, terutama terhadap Anya.</p>
Karakter #5
Nama
Deskripsi Visual
<p>Rambut keriting, kaos oblong warna-warni, jaket lusuh, wajah selalu berusaha tersenyum.</p>
Personality
<p>Komedian kelas. Cerdas, tapi menutupi lukanya dengan humor.</p>
Backstory
<p>Anak broken home. Bekerja sambilan (badut ulang tahun, tukang cuci piring) untuk bayar sekolah.</p>
Karakter #6
Nama
Deskripsi Visual
<p>Rambut panjang pirang highlight, full makeup, seragam selalu dimodifikasi biar stylish.</p>
Personality
<p>Drama queen, egois, suka teriak berlebihan, mudah panik.</p>
Backstory
<p>Anak manja, sangat peduli citra. Sering jadi sumber masalah karena emosinya tak terkendali.</p>
Karakter #7
Nama
Deskripsi Visual
<p>Tinggi semampai, rambut panjang lurus hitam, riasan natural tapi anggun, pakai dress kasual + jaket denim.</p>
Personality
<p>Cantik, dingin, manipulatif. Punya karisma sosial.</p>
Backstory
<p>Gadis populer seperti Anya, tapi arogan. Suka memperalat cowok untuk keuntungannya.</p>
Karakter #8
Nama
Deskripsi Visual
<p>Tubuh kurus, wajah pucat, seragam kusut, kacamata bulat, selalu bawa buku catatan.</p>
Personality
<p>Pendiam, pintar, sering jadi bahan ejekan, jarang melawan.</p>
Backstory
<p>Dianggap miskin dan cupu, selalu dibully hampir semua teman. Tapi sebenarnya pewaris keluarga kaya raya, dengan dendam yang membara.</p>
Setting & Lokasi
Tambah Setting
Setting #1
Nama Lokasi
Deskripsi
<p>Di dalam hutan rimba, jauh dari jalan utama. Kamp terbuka dengan pagar bambu tinggi. Bangunan: Pondok bambu, tiang kayu di tengah lapangan, altar api unggun, kandang untuk para tawanan.</p>
Simbol
<p>Tengkorak hewan & manusia digantung, darah hewan dioleskan di dinding bambu, drum kulit besar dipukul saat ritual.</p>
Penampilan
<p>Tubuh penuh cat putih-hitam, wajah bercoreng darah, rambut gimbal kotor, mengenakan kain dari kulit hewan. Bersorak liar, tapi tidak bicara bahasa jelas. (Semua ini adalah kostum dan akting bayaran, bukan suku asli.)</p>
Daftar Episode
Tambah Episode
Episode #1
Has Stories
No. Episode
Judul Episode
Summary
<p>Minibus rombongan siswa mogok di hutan menjelang malam; Pak Damar dan sopir pergi mencari bantuan namun tak kembali. Dalam kegelapan, mereka disergap suku liar dan digiring ke perkampungan bambu yang dingin. Malam pertama membuka pintu ketakutan: kandang, obor, irama drum, dan temuan kain seragam Pak Damar yang compang-camping—tanda bahwa otoritas terakhir mereka mungkin sudah jadi korban.</p>
Episode #2
Has Stories
No. Episode
Judul Episode
Summary
<p>Permainan pertama: menyeberangi jembatan gantung rapuh di kabut. Anya menyelamatkan Marga di detik terakhir, menyalakan kembali sisa hangat persahabatan masa kecil mereka lewat potongan flashback. Arya terjun dan “hilang”, sementara di altar perkampungan, Pak Damar “dipersembahkan” dalam ritual pembakaran—tampilan horor yang menegaskan: tidak ada lagi orang dewasa yang mampu menolong.</p>
Episode #3
Has Stories
No. Episode
Judul Episode
Summary
<p>Siswa dipaksa memasuki labirin bambu penuh jebakan optik, suara-suara tiruan, dan lorong yang berputar balik. Di dalam histeria dan saling tuding, Tansil serta Bimo “lenyap” dari pandangan—seolah dimakan dinding. Di luar, dinamika kelas yang lama meledak: ejekan pada Yosi tetap terjadi bahkan di tengah genting, sementara Helen mulai menunjukkan ketenangan manipulatifnya ketika menukar rasa takut menjadi arah.</p>
Episode #4
Has Stories
No. Episode
Judul Episode
Summary
<p>Mereka meniti sebatang kayu menuju bambu di tengah kolam kental berwarna merah. Ketika Vino terjatuh dan terseret ke dasar, sorak suku terdengar seperti tepuk tangan pertunjukan. Malamnya, Anya dan Hendro—tanpa kata-kata besar—saling jadi sandaran; keintiman rapuh lahir dari cara keduanya mengajari napas bertahan di dunia yang memaksa pelan menjadi sakit.</p>
Episode #5
Has Stories
No. Episode
Judul Episode
Summary
<p>Di pondok tertutup, “Kotak Merah” memaksa tiap siswa menekan tombol yang memutar jeritan-suara orang terdekat; pita merah di pergelangan jadi tanda “yang terpilih”. Koridor-koridor kecil dengan tombol kedua meracik rasa bersalah jadi mekanik: lampu hijau untuk beberapa, gas tipis untuk Yolanda yang pingsan dan diseret entah ke mana. Permainan menyadari: cara paling kejam adalah ilusi pilihan.</p>
Episode #6
Has Stories
No. Episode
Judul Episode
Summary
<p>Upaya kabur terkoordinasi—tali jemuran dijatuhkan, minyak ditumpah licin, pin pagar dicungkil—hampir berhasil sebelum alarm gong memecah malam. Pertempuran singkat berakhir dengan penangkapan; eksekusi Hendro dilakukan cepat, rapi, dan sunyi. Anya memeluk kata “pulang adalah pilihan” yang Hendro titipkan; Jo mengekalkan marah menjadi bara yang tidak padam.</p>
Episode #7
Has Stories
No. Episode
Judul Episode
Summary
<p>Empat topeng—lingkaran, segitiga, spiral, garis miring ganda—membagi Anya, Jo, Helen, Marga ke koridor ujian masing-masing; tuas dan cincin membuka sumur menuju terowongan bawah pendopo. Helen tersedot panel samping (menghilang), Yosi terperosok panel lantai di atas (menghilang), sementara Anya–Jo–Marga meniti terowongan cermin hingga menyelinap ke belakang panggung sebelum kembali sembunyi: angka “tiga” hanyalah jeda, bukan keselamatan.</p>
Episode #8
Has Stories
No. Episode
Judul Episode
Summary
<p>Mereka diburu seruling tulang dan sumpit sambil harus “menyanyikan” tiga gong dalam satu tarikan napas; improvisasi Anya–Marga memantulkan proyektil dari batu berlubang, sementara Jo memancing dan menjatuhkan pemburu di parit. Di altar, Anya hampir dijadikan korban—namun nada perintah mengubah panggung: ia diseret ke pintu kecil altar, menghilang ke ruang yang lebih dingin daripada hutan.</p>
Episode #9
Has Stories
No. Episode
Judul Episode
Summary
<p>Jo dijerat yoke dan dipaksa menyeret kereta batu melewati palungan paku—tugas yang menarik masa kecilnya dengan ayah yang keras: “punggung adalah rumah.” Dengan arahan presisi Marga, bendera berhasil direbut. Babak “Siapa Melangkah Tanpa Bunyi” mempertemukan Anya–Jo: Anya menyelinap melewati gerbang lonceng sementara Jo menyeimbangkan diri di keping batu—dua napas yang saling memberi ruang hingga keduanya kembali hidup, walau dengan tubuh yang lebih lelah.</p>
Episode #10
Has Stories
No. Episode
Judul Episode
Summary
<p>Permainan pasir putih memindahkan tiga batu ke titiknya membuka pintu bambu menuju lorong modern: dinding putih, kamera, panel, dan monitor—perut tersembunyi dari “kamp”. Di sana, para “korban” ternyata hidup—Vino, Tansil, Bimo, bahkan Pak Damar dan sopir. Yosi muncul—tenang, rapi—dan mengungkap panggung besar: prostetik, jaring, sponsor, penonton—balas dendam yang lahir dari luka-luka diejek. Evakuasi mengetuk; Jo–Marga–Anya melangkah keluar hutan dengan janji yang belum lunas—halaman baru sudah terbuka, jendela akan mereka pilih sendiri.</p>
Update Serial